SESALKU

merajut keindahan
Tak sempat ku ucapkan salam termanis
Dari bibir yang merekah semerbak
Bau busuk selokan bunga di taman

Langkahku terhenti
Ketika sesaat ku dengar isak tangis seorang lelaki
Yang termenung melamun
Mata sendu tatapan sayu

Ku genggam belat yang ku tusukkan sendiri
Di hati yang penuh hitam berliku
Membatu karangkan oleh lautan
Kenistaan yang ku ciptakan sendiri

September 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s