PENGERTIAN

Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang diciptakan oleh penyair. Seiring dengan perkembangan masyarakat sosial, puisi pun mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan puisi tidak akan terlepas dari pengaragnya dan pengarang itu sendiri tidak akan lepas dari sosial, budaya, dan intelektualitasnya.

Puisi menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Kata-kata yang digunakan dalam puisi memiliki makna yang ganda, tergantung pada pembaca yang menafsirkannya. Karena dalam hal ini puisi memiliki sifat polyinterpretabel (bermakna ganda).

Puisi sebagai hasil kreatifitas seorang penyair yang memuat ideologi yang diyakini oleh penyairnya. Penyair dalam merepresentasikan isi jiwanya kedalam puisi sesuai dengan pengalamannya. Bahasa yang sebagai mediumnya, penyair menuangkan hasil pembacaan dan penghayatan terhadap kehidupan ini ke dalam puisi.

Menurut Pradopo (2000: 8 ) puisi merupakan dunia dalam kata. Yaiu dunia yang direkonstruksi oleh penciptanya, dan didalam dunia itu selalu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan dan merangsang imajinasi panca indra dalam susunan yang berirama.

Menurut Sayuti (2002: 24) puisi adalah karya estetis yang memanfaatkan sarana bahasa secara khas. Oleh karena itu, dalam pengekspresiannya seorang penyair akan selalu menggunakan kata-kata sebagai media untuk menyampaikan maksudnya.

Puisi pada jaman dulu sering didefinisikan sebagai bentuk karangan yang terikat oleh syarat-syarat banyaknya baris tiap bait, banyaknya suku kata dalam tiap baris, terdapat persajakan atau persamaan bunyi (Suharyanto, 1981: 20).

Saat ini puisi telah mengalami perubahan dan perkembangan. Puisi modern sudah tidak lagi terikat oleh aturan yang ada pada puisi jaman dulu. Bentuk puisi sudah mengalami perubahan. Ada yang berwujud mantra dan gambar, hingga puisi yang berbentuk prosais naratif. Namun demikian, di sisi lain perubahan bentuk tersebut tidak menghapus syarat-syarat dasar puisi.

Riffaterre (dalam Pradopo, 2005: 111) menyatakan bahwa sajak dari dahulu hingga sekarang meskipun selalu berubah oleh konsep estetik dan evolusi selera yang dinamis, tetapi ada satu hal yang tetap tinggal yaitu sajak menyatakan satu hal dan berarti yang lain.

Dari beberapa pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang imajinatif, memiliki nilai estetis, dan kepuitisan yang merupakan sebuah karya diri seorang penyair. Puisi berisikan perenungan hasil dari representasi seorang penyair yang merupakan ekspresi dari pembacaan, pengamatan, penghayatan, dan rekaman kehidupan nyata dengan ditambahi imajinasi dan dinyatakan dalam susunan yang berirama sehingga memiliki wujud dan kesan yang mendalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s