SI ULAT YANG USIL

 

“Hmmm….. sepi sekali hari ini,”kata Ulat
Ulat berjalan menuju ruang tamu. Langkahnya terhenti seketika, ia melihat Kelinci yang sedang membaca Koran. Kemudian Ulat berjalan dengan langkah mengendap-endap tanpa suara sedikit pun, mata melirik kesana-kemari dan ia mengawasi situasi saat itu.
“Enaknya diapain ya?”benak Ulat.
“Oh ya, aku ada ide bagus!”ucap Ulat lirih sambil tersenyum dan mengacungkan jari telunjuknya ke atas.
Dengan cepat Ulat langsung mendekati Kelinci dan melepas tali sepatunya. Lalu ia mengikatnya kembali sampai tali itu menjadi ruwet. Tak disangka, tiba-tiba kelinci melihat Ulat yang akan pergi meninggalkannya.
“Hei….Ulat? sedang apa kamu di sini?”tanya Kelinci tajam
“Ti…ti…tidak! Aku hanya sedang jalan-jalan saja,”jawab Ulat gugup.
“Oh…aku kira kamu sedang apa. Ya sudah!”ucap Kelinci sedikit curiga.
Setelah kejadian itu, Ulat kemudian lari terbirit-birit meninggalkan Kelinci dan pergi ke dapur. Di sana ia melihat Gajah yang sedang mengantuk di atas meja makan. Disamping meja makan itu ada semangkuk krim berwarna coklat. Kemudian terbesit niat Ulat untuk mengerjai Gajah. Lalu ia memulai aksinya dengan meletakkan krim-krim itu tercecer di atas meja makan. Setelah selesai, dengan pelan-pelan Ulat berjalan meninggalkan gajah. Merasa takut kalau ia ketahuan nanti.
“Fiuh….hampir saja!”batin Ulat menenangkan diri.
Tak sampai di situ saja aksi Ulat. Dari kejauhan ia melihat Kancil yang sedang tidur pulas di sofa dekat televisi. Dengan cepat Ulat kemudian mengambil spidol di kamarnya, lalu ia mendekati Kancil dan mulai melukis wajahnya dengan beragam coretan.
“Hahaha…..semuanya lucu sekali, puas rasanya.”ucap si Ulat dalam hati.
BRUK…….suara keras terdengar dari arah ruang tamu. Ternyata Kelinci terjatuh ketika akan berjalan untuk mengambil minum di dapur. Secara bersamaan, Gajah terbangun kaget dan wajahnya terkena lumuran krim yang tercecer di meja tadi. Kancil pun dengan spontan bangun, kemudian melihat apa yang sebenarnya terjadi pada teman-temannya.
“Ada apa ini?”Tanya Kancil.
“Hahaha…..kamu kenapa Cil?”Tanya Kelinci.
“Lho….ditanya malah balik bertanya. Huh…memangnya ada apa dengan aku?” jawab Kancil bingung.
“Lihat wajahmu itu, tidak jelas seperti apa.”sambung Gajah.
“ngaca sana Cil.”saran Kelinci.
Mendengar perkataan Kelinci, kemudian Kancil berjalan kea rah cermin berada.
“Aaaahhh….!”teriak Kancil kaget.
“Kira-kira ini ulah siapa ya?”Tanya kelinci kesal.
“Pasti Ulat!”jawab Gajah dan Kancil serempak.
“Hihihi…..habis hari ini sepi sekali sih.”ucap ulat tersenyum.
Karena merasa dikerjai, mereka bertiga lalu mengejar Ulat umtuk dihukum. Ulat berlari kesana-kemari dan tanpa disadari, ketika Ulat sedang berlari kencang sambil menengok ke belakang. Kemudian…..PLAK! Ulat menabrak baskom yang penuh dengan air dan ia pun basah kuyup.
“Hahaha….makanya jadi orang jangan suka usil,”kata Gajah tersenyum.
“Lain kali jangan berbuat seperti ini lagi ya?”ucap Kancil menasehati.
“Iya…ya…maafkan aku teman-teman?”kata Ulat memohon.
“Iya Ulat, kami maafkan. walau bagaimanapun kamu adalah teman kami.”ucap Gajah, Kelinci dan Kancil kompak.
“Terimakasih ya….aku janji tidak akan mengulanginya lagi.”ucap Ulat bahagia.
“Iya.”kata Gajah mengangguk.
Gajah, Kelinci, Kancil dan Ulat, kemudian berpelukan dan bersalaman. Tanda mereka telah berdamai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s