SI MOLI YANG TERSINGKIR

 

Suatu pagi Moli bersama Lala, Lulu dan Nogi sedang bermain di Taman. Suasana sangat cerah waktu itu. Moli adalah seekor anjing kecil yang sangat lucu. Ia memiliki ciri khas pada tubuhnya. Tiba-tiba Ibu Lala datang dan memanggil anaknya.
“Lala…sini!”panggil Ibu Lala.
“Iya, ada apa memanggil Lala, Ibu?”jawab Lala sambil menghampiri Ibunya.
“Kamu jangan dekat-dekat dengan Moli. Apa lagi sampai bermain dengannya, bahaya!” nasehat Ibu Lala.
“Memang kenapa Bu?”Tanya Lala bingung.
Namun pertanyaan Lala tidak dijawab oleh Ibunya. Melainkan menyuruh Lala pulang ke rumahnya.
“Moli, Lulu, Nogi….. maaf, aku pulang dulu ya?”teriak Lala pamitan.
“Ya….hati-hati Lala!”jawab ketiga temannya kompak.
Kemudian tinggal mereka bertiga di Taman itu. Seperti kejadian yang dialami oleh Lala, Nogi dan Lulu pun dipanggil dan disuruh pulang. akhirnya Moli duduk sendiri dibangku taman, Melamun memikirkan apa yang dialami dirinya.
Di rumah, Nogi sedang membantu Ibunya yang sedang memasak di dapur.
“Sayang, jangan sekali-kali bermain dengan Moli ya.”kata Ibu Nogi ramah.
“Memangnya kenapa Bu?”Tanya Nogi penasaran.
“Lihatlah tubuh Moli nak, penuh dengan totol-totol hitam.”tegas Ibunya.
“Baiklah Bu, Nogi akan selalu ingat nasehat Ibu.”janji Nogi.
Tidak hanya Nogi dan Lala saja yang mendapatkan nasehat yang dari Ibunya, Lulu pun mengalami hal itu.
“Lulu, jangan dekati Moli ya. Tubuhnya itu sangat kotor.”ucap Ibu Lulu.
“Ya Bu!”kata Lulu sambil mengangguk.
Keesokan harinya, Moli mencoba mencari ketiga temannya itu untuk bermain. Setelah beberapa lama mencari, akhirnya Moli menemukan mereka sedang bermain tali di halaman depan rumah Lala yang cukup luas.
“Pergi kamu Moli!”kata Nogi.
“Kamu kotor. Kata Ibu, kamu berbahaya.”sambung Lulu.
“Iya. Menjijikan,”ucap Lala.
Mendengar ucapan Nogi, Lulu dan Lala itu, Moli bersedih dan kemudian lari meninggalkan mereka. Ia pergi ke pekarangan yang tidak jauh dari rumahnya. Di sana Moli duduk dibawah pohon sambil menangis tersedu-sedu.
“Hai Moli, mengapa kamu menangis?”Tanya paman kambing.
“Eh…paman.”ujar Moli kaget.
“Kamu tidak bermain dengan teman-temanmu?”kata paman sambil mendekati Moli.
“Mereka tidak mau bermain denganku paman.”desah Moli.
“Mungkin kamu nakal pada mereka.”ucap paman.
“Tidak paman. Ibu mereka yang melarangnya untuk bermain denganku.”kata Moli.
“Baiklah! Paman akan menanyakan hal ini pada mereka. Tapi kamu di sini jaga keranjang buah paman ini ya?”pesan paman.
Moli pun melakukan apa yang di katakan paman tadi dengan hati-hati. Dalam benaknya ia berharap mendapatkan kabar baik dari paman nanti. Tak lama kemudian, Paman kembali sambil berlari mendekati Moli.
“Moli, aku bawa kabar baik untukmu.”kata paman terengah-engah.
“bagaimana paman?kabar baik apa?”Tanya Moli penasaran.
“sekarang paman sudah tahu apa sebabnya,”ujar paman.
“Iya,apa itu paman?”kata Moli tegang.
“Mereka mengira bahwa kamu itu terkena penyakit yang berbahaya, dengan adanya totol-totol hitam di tubuhmu itu.”jelas paman.
“Terimakasih paman, Tapi mengenai totol-totol hitam ini, Ayah dan Ibuku juga memilikinya.”kata Moli bersedih.
“Sudah, tak usah kamu risaukan lagi. Paman sudah menjelaskan pada mereka semua dan sekarang mereka telah mengerti dengan keadaanmu.”ucap paman menenangkan Moli.
“Oh…benarkah paman?”Tanya Moli senang.
“Iya Moli dan paman berterimakasih karena kamu sudah menjaga keranjang buah paman dengan baik.”kata paman.
“Sama-sama paman.”kata Moli.
Setelah kejadian itu, kini Moli sudah tidak sendiri lagi. Ia bebas bermain dengan Nogi, Lala dan Lulu, tanpa ada yang melarang mereka bermain.
“Maafkan kami ya Moli?”ucap ketiga temannya serempak.
“Iya.”jawab Moli singkat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s