Potret Malapetaka

Hari cerah yang berawal seperti mimpi yang ternyata adalah fakta, Bersinar terang sang mentari yang menyingsing menyambut pagi.Semilir angin yang berhembus dan dihiasi kicauan burung yang membangunkan Reyhan dari mimpi indahnya.

“Hah, sudah pagi….Gawat!!!” celotehnya saat ia melihat jendela kamar kostnya.

Bergegas ia mengambil handphone kesayangannya berwarna silver itu dan ternyata ada tiga pesan masuk. Reyhan pun cepat-cepat membuka dan membacanya.

“Mas, sudah bangun belum?” isi pesan yang pertama.

“Mas, aku sudah berangkat nih.jangan lupa jemput aku diterminal ya!!” isi pesan yang kedua.

“Mas, pokoknya nanti mas sudah ada di sana,ini aku sudah hampir sampai.cepet ya mas!!!” isi pesan yang terakhir.

Setelah membaca pesan singkat itu, Reyhan membalasnya dengan tergesa-gesa.

“Ya neng, mas akan jemput. Sabar ya?!!” balas Reyhan singkat.

Segeralah Reyhan pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang bau apek. Beberapa menit saja Reyhan selesai mandi lalu pergi kekamar dan memakai kaos putih,celana jeans dan tas warna hitam kesukaannya. Setelah siap,Reyhan keluar kamar lalu mengunci pintu kamarnya.

“Mau kemana kamu Rey?” tanya Dika teman kostnya.

“Jemput my sweety lah brow….tinggal dulu ya”. Jawab Reyhan girang.

“Ya….hati-hati brow!!!” timpal Dika.

Sampailah ia di garasi untuk mengeluarkan motor yang selalu menemani kemana pun Reyhan pergi.tak lama Reyhan memanaskan motornya, Handphonenya pun berbunyi pertanda ada pesan yang masuk.

“Mas, aku sudah hampir sampai nih”. Isi pesan singkat tersebut.

Melihat pesan itu, Reyhan lansung tancap gas menuju terminal di mana kekasihnya itu akan segera tiba di terminal. Dengan kecepatan delapan puluh kilometer per jam Reyhan memacu kecepatan motornya tanpa peduli apa yang ada di depannya.

*****

            Sepuluh menit waktu yang dibutuhkan Reyhan untuk sampai di Terminal tujuan. Di sana terlihat seorang gadis manis, memakai kaos warna putih,celana panjang jeans,dan tas warna biru yang sepertinya banyak membawa barang bawaan, Ia bernama Isti.

“Eh….neng sayang. Maaf ya mas telat”. sapa Reyhan dengan senyum malu.

“Ehm….sudah biasa kamu mas,sudah nggak kaget mas!” jawab Isti dengan sedikit cemberut.

“Ya sudah, Yuk berangkat sekarang!” Kata Reyhan sambil memegang tangan Isti.

“Iya sudah, ayo berangkat!” timpal Isti.

Mereka berdua pun berboncengan dan memulai menjalani hari-hari yang indah sambil menikmati pemandangan di sepanjang jalan.

Laksana bara api yang berkobar dalam hati yang sedang dilanda gelora asmara. Kata-kata yang diucapkan pun bak mutiara, serasa dunia hanya milik mereka berdua.itulah yang dirasakan dua insan yang dibuai indahnya cinta.

“Mau kemana kita say?” kata Reyhan sambil mengendarai motornya.

“Kemana aja….yang penting aku sama kamu mas”. Ucap Isti manja.

“Ok….sayang!!!” jawab Reyhan.

Sepanjang perjalanan pun mereka saling bercanda tawa hingga orang-orang yang ada dipinggir jalan,semua pada heran melihatnya.Satu jam pun berlalu tak terasa sampai tempat tujuan mereka untuk memadu kasih.tempat yang tak begitu istimewa, namun di sana adalah tempat kenangan waktu pertama kali mereka kunjungi saat pacaran.

Setelah turun dari motor, mereka lalu pergi ke loket untuk membeli tiket masuk yang sedikit mahal bagi anak kost seperti Reyhan. Tapi ia tak peduli itu, yang ia pikirkan hanya Isti seorang yang ada di sampingnya. Akhirnya mereka pun masuk lokasi yang dituju itu sambil bergandengan tangan dengan mesranya.

“Gimana sayang….seneng nggak hari ini?” tanya Reyhan sambil memandang wajah kekasihnya itu.

“Iya dong sayang…neng seneng banget deh,makasih ya sayang”. Jawab Isti.

“ Aku cinta kamu sayang”. Bisik Reyhan pada Isti.

“Aku juga cinta kamu sayang”. Ucap Isti lembut di telinga Reyhan.

Di sana mereka bersuka ria dan saling mengambil gambar dengan handphone bercamera milik Reyhan. Banyak sekali gambar yang Isti ambil sampai memori handphonenya hampir penuh, Isti berinisiatif untuk menghapus file yang tidak penting di dalamnya.

Tak disangka Isti melihat sebuah Potret yang bergambarkan seorang gadis yakni ternyata mantan pacar Reyhan. Hal itu yang membuat Isti bersikap berubah sesaat melihat potret tersebut dan matanya pun berkaca-kaca. Reyhan yang tak menyadari hal itu pun bingung dengan perubahan sikap Isti yang menjadi pendiam dan tak ceria lagi.

“Sayang, kamu kenapa sih?” tanya Reyhan Bingung.

“Nggak apa-apa kok!!” jawab Isti manyun.

Sejak saat itu percakapan mereka berubah menjadi bisu dan saling tak peduli satu sama lain.hingga akhirnya mereka keluar dari lokasi itu dengan hati saling terpaku akan perasaan kesal dan kecewa.

*****

Bagai disambar petir di siang hari, hujan yang mengguyur saat terik matahari yang panas. Mengubah kebahagiaan menjadi duka, apa yang terjadi tak seperti yang di bayangkan.Mereka berdua pun pulang dengan hati seakan mati rasa,Reyhan menarik gas motornya dengan spontan dan membawa motornya dengan kecepatan tinggi menuju kost Isti.

Sesampainya di sana, tak sepatah kata pun terucap dari mulut manis Isti, hanya diam yang mengiringi kepergiannya meninggalkan Reyhan. Kini mereka berdua berada di kamar kost masing-masing. Tut…tut…tut….handphone Reyhan berbunyi, Lalu membaca pesan masuk yang ternyata dari Isti.

“Makasih yang terdalam ya sayang!!!” isi pesan singkatnya

Dalam bimbang Reyhan membalasnya dengan singkat pula isi pesan tersebut.

“Ya sama-sama”. Balasnya.

Reyhan berfikir sejenak dan merasa ada yang dirasa ganjal dalam benak hatinya yang terdalam, Kemudian ia mencoba mengirimkan pesan singkat pada Ismi lagi.

“Yang….kamu kenapa sih sebenarnya? Kok kamu diam aja dari tadi”. Tanya Reyhan dalam pesan singkatnya.

“Jujur mas, Aku sakit hati setelah aku lihat potret mantan pacar mas yang masih tersimpan di handphone mas”. Balas Ismi.

Setelah membaca isi pesan itu, Reyhan lalu mengecek handphonenya dan menemukan potret yang dimaksud Ismi itu. Kemudian Reyhan langsung bergegas menuju kost Ismi dan menjelaskan semuanya yang terjadi.

“Tok…tok…tok….Assalamu’alaikum…..?” sapa Reyhan seiring mengetuk pintu.

“Wa’alaikumsalam”. Jawab Ismi sambil keluar menghampiri Reyhan.

“Sayang….dengarkan mas. Ini ada salah paham yang,jujur mas tidak tau menau soal potret itu. Percayalah pada mas yang….karena ini yang sebenarnya terjadi”.

“Lalu apa yang harus neng lakukan mas….sekarang jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Ismi penuh amarah.

“Jujur yang….mas juga tidak tau mengenai potret itu kenapa sampai ada di handphone mas!” jawab Reyhan penuh keseriusan.

“Mas bohong….tega kamu ya mas!!!” elak Ismi yang semakin marah.

“sayang….percayalah,mas sudah benar-benar jujur sama kamu neng. Oh ya, mas ingat. Kemarin waktu mas mau mudik, handphone mas di pinjam sama teman mas dan mas pun nggak tau lagi diapakan. Mungkin potret itu ulah dia yang dan lupa buat dihapus…plis sayang percaya sama mas dong!!!” ucap Reyhan jelas.

“Benarkah seperti itu kejadiaannya mas? Mas lagi nggak bohong lagi kan?” Tanya Ismi meragukan argumen Reyhan.

“Yakin sayang, mas nggak bohong,itu semua benar adanya. Maafkan mas ya neng?” jelas Reyhan lagi.

“Jika memang itu adanya, neng maafkan mas. Tapi jangan pernah lakuin ini lagi sama neng ya,Janji!!!” Ucap Ismi dengan nada tegas.

“Ya…mas janji. Makasih ya sayang!!!” timpal Reyhan lega.

Bagai kemarau panjang yang dihapus oleh hujan sehari, selayaknya sang musyafir dalam dahaga yang menemukan air di perjalanan jauhnya. Itulah gambaran hati dua insane manusia yang terbebas dari masalah yang melilit mereka. Malam itu seakan dihiasi jutaan gemerlap bintang yang seakan tersenyum memandang mereka, lalu mereka berduapun pergi untuk makan malam dalam sebuah perdamaian cinta.

BIODATA PENULIS

Khaerul sobar, lahir di purbalingga 31 Oktober 1990. Bertempat tinggal di Desa Kertanegara Rt 01/04 Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. Berprofesi sebagai Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sekarang juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Perisai. Hp. 087737143760, Alamat E-mail. khaerul_sobar@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s