NAGA YANG MALANG

 

Suatu ketika Naga sedang berjalan-jalan di sebuah taman. Penuh dengan bunga yang indah. Ia termenung sendiri tanpa teman yang ada disisinya. Cuaca hari itu terasa sangat panas. tiba-tiba Ayam dan Kambing datang. Alangkah senangnya Naga melihat kehadiran mereka.
“Wah…sekarang aku tidak sendirian lagi. Semoga mereka bersedia berteman denganku”. Benak Naga senang.
Kemudian sang Naga mendekat bermaksud untuk mengajak mereka berteman. Namun apa yang terjadi, mereka tidak mau berteman dengan sang Naga.
“Badan kamu besar sekali….jadi aku tidak ingin berteman denganmu!” kata Kambing.
“Benar apa kata kamu, Kambing. Dan aku juga takut dengan mulutmu yang mengeluarkan api itu”. Sambung Ayam.
“Emm…..tapi aku ingin berteman dengan kalian”. Ucap Naga sambil memohon.
“Tidak!” Jawab mereka dengan kompak.
Sesaat setelah kejadian itu, Naga bersedih dan kembali dalam kesendiriannya itu. Kemudian ia pergi meninggalkan mereka.
Matahari mulai tenggelam menandakan hari sudah mulai gelap. Kemudian, turun hujan yang sangat lebat. Kambing dan Ayam kemudian berteduh di bawah pohon dan mereka mulai merasa kedinginan.
“Aduh…..hujannya kok belum reda ya?” Tanya Ayam.
“Ya….masih deras!” jawab kambing.
“Mbremmm……Dingin.” Ucap Ayam menggigil.
“Kamu benar Yam” Kata Kambing membenarkan.
Di tengah-tengah percakapan mereka, tiba-tiba Naga muncul dan menyemburkan api dari mulutnya. Ayam dan Kambing merasa hangat dan tidak kedinginan lagi.
“Terimakasih Naga, kamu telah memberikan kehanggatan untuk kami.”Ucap Kambing dan Ayam sambil tersenyum.
“Ya….sama-sama. Aku hanya ingin membantu kalian saja.” Kata Naga ramah.
Setelah itu, Naga pergi meninggalkan mereka. Ketika Naga belum jauh melangkah, Ayam dan Kambing memanggilnya.
“Kami ingin berteman denganmu!” kata mereka pada Naga.
“Benarkah kalian bersungguh-sungguh menerima aku sebagai teman?” jawab Naga.
“Ya Naga, karena ternyata kamu sangat baik pada kami. Maafkan kami telah menghina dan menolakmu teman.”Ucap Ayam.
“Ya…maafkan kami.”Timpal Kambing.
“Baik! Aku senang menjadi teman kalian!” jawab Naga sambil tersenyum.
“Terimakasih Naga.”Ucap kompak Kambing dan Ayam.
Mulai saat itu, mereka bertiga berteman dalam suka maupun duka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s