Puisi Tentang Malam Yang Mencekam

Teriakan malam itu menggema dalam dada

seakan kelopak-kelopak cahaya mulai runtuh

tertiup angin

yang kemudian dikembarakannya diatas pangkuan bumi

terdengar lirih pada serpihan

kecil tak berbentuk

bagaikan hidup dan kehidupan

yang tergambar tiap lekuk liuk

serta hiruk pikuk yang semakin terpuruk

bergetar deras bergelombang

laksana untaian kata yang berkembang

menjadi sebuah lambang-lambang

merintang

hilang!!!

Purwokerto, 16 Mei 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s