PENA CINTA sebagai jawaban atas pertanyaanmu “kekasih”

awal yang tak pernah aku sangka kala itu bertemu denganmu, sebut saja “MS”. melodi yang sering kau dendangkan, selalu terngiang dalam ingatan, wajah manismu yang selalu membekas dimataku. tak kuasa aku menahan gejolak indah yang semakin menggebu. senang bertemu denganmu wahai bidadariku “MS”. 

aku bertemu saat beradu melodi dan irama yang selalu mengiringi kisahku dengannya. tatapan yang saling beradu juga semakin meyakinkan hatiku untuk memikat hatimu cantik. hingga saat itu aku mendekatimu dengan ketulusan hati dan kejujuran jiwa yang seutuhnya aku berikan untukmu sayang.

merenda kesabaran aku lakukan dengan penuh kesabaran dalam sebuah penantian yang indah tapi menegangkan. penuh tanda tanya yang selalu memutar daam otakku. namun semua itu hilang dan terkalahkan oleh rasa cinta ini untukmu “MS” sayang. tak selang beberapa lama, jawabmu akan cinta terbalas sudah. itu begitu indah….indah,,,..dan indah……

rasa nyaman saat bersamamu, bagai serasa berada ditaman yang penuh dengan bunga-bunga indah bermekaran…..warna-warna yang saling bercengkrama, menjadi saksi akan cinta kita berdua sayang. tak akan ada lagi yang mampu memisahkan kita….walaupun semakin tinggi pohon, semakin pula angin kencang menerpanya. namun kita kuatkan dan kokohkan akar-akar pohon itu berdua sayang. percayalah bahwa kita bisa.

sayang….aku tak akan meninggalkanmu, tak akan membuatmu sedih, apalagi sendiri. tak kuasa aku melihat dan mendengarkannya. walaupun dalam cinta kita harus menangis, itu adalah tangis bahagia sayang…..

sayang…..jadikanlah kisah kita bagai sepasang merpati yang terbang tinggi meraih bintang-bintang impian kita berdua…..

I LOVE YOU “Marlina Sahara” Sayang…..
salam cinta, kasih dan sayang dari kekasihmu!!!

Puisi Tentang Malam Yang Mencekam

Teriakan malam itu menggema dalam dada

seakan kelopak-kelopak cahaya mulai runtuh

tertiup angin

yang kemudian dikembarakannya diatas pangkuan bumi

terdengar lirih pada serpihan

kecil tak berbentuk

bagaikan hidup dan kehidupan

yang tergambar tiap lekuk liuk

serta hiruk pikuk yang semakin terpuruk

bergetar deras bergelombang

laksana untaian kata yang berkembang

menjadi sebuah lambang-lambang

merintang

hilang!!!

Purwokerto, 16 Mei 2012

PETUALANGAN DIDO LEBAH DI NEGERI KESEDIHAN

Judul Buku : Tujuh Kebaikan Dido Lebah di Negeri Kesedihan.
Penulis : Heru Kurniawan dan Mulasih Tary
Penerbit : Pustaka Anak
Hal : 102
Tahun Terbit : Cetakan I, Juli 2011

Ditengah arus globalisasi dengan berbagai macam bentuk budaya elektronik yang semakin mengakar, Hal ini peranan sastra sangat penting terhadap perkembangan anak, baik dalam perkembangan kognisi, afektif, dan psikomotor. Dengan melihat seberapa pentingnya sastra terhadap perkembangan anak, maka perlu adanya tindakan untuk memperkenalkan sastra kepada anak sejak dini.
Dunia anak adalah dunia yang penuh imajinasi yang begitu bersahabat dengan sastra. Karena dalam sastra, dunia imajinasi anak dapat terwakili. Melalui sastra, anak bisa mendapatkan dunia yang lucu, indah, sederhana, dan nilai pendidikan yang menyenangkan. Sehingga tanpa disadari, cerita menjadi sangat efektif dalam menanamkan nilai moral dan edukasi pada anak.
Berkaitan dengan sastra anak yang berbentuk cerita, melalui buku Tujuh Kebaikan Dido Lebah di Negeri Kesedihan, anak akan diajarkan bagaimana cara menyelesaikan masalah dan belajar untuk saling menyayangi. Selain itu juga, di dalam buku tersebut mengandung nilai-nilai pekerti yang akan membentuk karakter anak yang positif.
Melaui tokoh Dido Lebah, seekor lebah yang bisa terbang, tertawa, berbicara, berbuat baik, iseng dan lucu. Ia tinggal di hutan tralala. Penulis akan membawa pembaca merasa bagaimana serunya berpetualang di Negeri Kesedihan untuk menemukan madu ajaib. Sebuah Negeri yang dihuni para binatang yang semuanya sedih. Bermain dengan imajinasi yang indah, lucu, sedih, bahagia, menegangkan, haru dan sebagainya. Menggambarkan bagaimana Dido Lebah melakukan perjalanan menuju Negeri Kesedihan, melintasi Kerajaan Tikus, Kerajaan Semut, Rumah Kayu Tupai, Kerajaan Ulat, dan masih banyak lagi tempat yang disinggahi Dido Lebah dalam petualangannya.
Dengan kehadiran buku ini, diharapkan mampu memberikan sumbangsih terhadap perkembangan karakter anak. Kisah yang diangkat dalam buku Tujuh Kebaikan Dido Lebah di Negeri Kesedihan mengandung nilai moral yang sangat baik ditanamkan kepada anak sejak dini.

BIODATA PENULIS

Khaerul Sobar, lahir di desa Kertanegara, Purbalingga, pada 31 Oktober 1990. Aktif menulis dan bergiat di Komunitas Taman Pelangi dan Teater Perisai Purwokerto. Saat ini masih aktif sebagai Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Karya-karyanya yang berupa Cerpen, Puisi, Esai, dan Cerita Anak dipublikasikan di Solopos, Merapi, Mentari-Jawa Pos, Lampung Pos. Cerita Anak yang terantologikan dalam kumpulan Dongeng Negeri Kejujuran (Surabaya: Pustaka Ilalang, 2011). Alamat rumah: desa Kertanegara Rt.01 Rw 04 Kecamatan Kertanegara-Kabupaten Purbalingga 53354; email: khaerul_sobar@yahoo.com. Telp. 085726197077.