makalah tentang pembelajaran dengan media audio-visual

MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI

FILM PENDEK

 

 

 

 

 

MAKALAH

Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Berbicara Lanjut

Oleh:

Khaerul Sobar (0901040001)

KELAS A

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHHAMADIYAH PURWOKERTO

2010

KATA PENGANTAR

 

 

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat kepada kita semua sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Media Pembelajaran Melalui Film Pendek”.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Berbicara Lanjut, selain itu sebagai tambahan wawasan penulis, penulis ucapkan banyak terimakasih kepada dosen pengampu, teman-teman dan semua pihak yang telah membantu penulisan berupa tenaga, pikiran sehingga makalah ini terselesaikan dengan baik.

Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pembaca yang sifatnya membantu. Dan mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

i

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar…………………………………………………………………………   i

Daftar Isi……………………………………………………………………………….   ii

BAB I Pendahuluan……………………………………………………………………   1

BAB II Pembahasan…………………………………………………………………… 2

BAB III Penutup……………………………………………………………………….  5

Daftar Pustaka………………………………………………………………………….   6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ii

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. 1.        Latar Belakang

Sebuah proses perubahan perilaku secara aktif untuk mereaksi terhadap situasi yang berada di sekitar serta di arahkan pada sebuah tujuan itulah yang dinamakan belajar. Dalam sebuah pembelajaran perlu adanya sebuah inovasi untuk membangun motivasi belajar siswa, yaitu dengan menggunakan metode belajar yang menarik. Misalnya dengan cara menggunakan fasilitas sekolah, pembelajaran di luar ruangan, atau menggunakan media lain yang sekiranya mendukung pada proses pembelajaran tersebut.

 

  1. 2.        Rumusan Masalah

Bagaimana kita mengetahui metode pembelajaran yang menarik dengan menggunakan media “Film Pendek” itu, dengan mengetahui:

a)         Apa definisi dari film pendek itu?

b)        Bagaimana tahap-tahap pembuatan film pendek tersebut?

c)         Bagaimana agar film pendek tersebut dapat diterapkan sebagai media pembelajaran?

 

  1. 3.        Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu agar siswa dalam belajar akan merasa senang dan lebih cepat mengerti tentang materi terkait sesuai yang diharapkan guru. Dengan metode yang inovatif seperti ini, siswa akan lebih merasa tertarik dan diarahkan untuk dapat memahami tentang:

a)         Definisi film pendek.

b)        Tahap-tahap pembuatan film pendek tersebut.

c)         Penerapannya sebagai media pembelajaran.

 

1

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. 1.        Definisi Film Pendek

Film dalah sebuah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi audio visual yang dibuat berdasarkan sinematogafi dengan direkam pada pita seluloid, pita video, atau bahan hasil penemuan tekhnologi lainnyadlam segala bentuk dan ukuran melalui kimiawi, proses elektronik dan proses lainnya. Dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukan dan ditayangkan pada sistem proyeksi mekanik, elektronik dan yang lainnya.

Film pendek ialah film fiksi termasuk sebuah karya animasi yang memiliki durasi tayang tidak lebih dari 60 menit. Ada pula film dokumenter pendek adalah film non fiksi dengan muatan utama dokumentasi, informasi dan pengetahuan yang memiliki durasi tayang tidak lebih dari 60 menit.

 

  1. 2.        Tahap pembuatan film pendek

Tahap pembuatan secara garis besar dibagi 3 yaitu:

a)         Tahap pra produksi

Pada tahapan ini terdapat hal-hal yang diperlukan untuk sebuah proses pembuatan film pendek antara lain:

  • Ide cerita

Ide cerita ini adalah gagasan utama yang nantinya akan dijadikan sebuah scenario.

  • Skenario

skenario adalah sebuah naskah yang nantinya akan di pentaskan ataupun di gambarkan pemain pada sebuah pertunjukan. Ada dua tugas utama penulis skenario yaitu menentukan plot yang menarik dan menciptakan karakter yang unik.

  • Breakdown Skenario

Memuat seluruh informasi detail yang dibutuhkan tiap scene.(harus ada)

  • Rencana Biaya

2

Biaya adalah hal yang sangat vital untuk kelangsungan proses produksi sebuah pembuatan film pendek ini.

  • Mencari Tim Produksi

Secara garis besar beberapa posisi yang dibutuhkan adalah Produser (promotor yang pertama kali), penulis skenario, sutradara, cameramen, pemain, tim property dan editor.

  • Jadwal Produksi

Jadwal produksi dibuat setelah ada breakdown skenario, jadwal yang tersusun baik akan memperlancar dan menghemat seluruh tenaga serta biaya produksi.

  • Cek kesiapan kru, alat, pemain dan property.

b)        Tahap Produksi

Realisasi dari skenario yang telah dibedah pada tahap pra produksi, hambatan yang bias muncul adalah kejadian tak terduga seperti perubahan cuaca, perubahan lingkungan (suasana) yang kesemuanya itu harus dapat dipertahankan untuk membentuk sebuah cerita yang continuity (berkesinambungan/tidak putus-putus). Sehingga persiapan pada pra produksi harus benar-benar matang karena tahap produksi pada hakekatnya merealisasikan rencana yang telah disusun pada tahap sebelumnya.

c)         Tahap Pasca Prouksi

Pada tahap ini terdapat hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Capturing

Merekam / memindah dari hasil syuting pada pita kaset / media kamera lain ke dalam hardisk computer untuk di editing.

  • Editing

Mengurutkan video audio yang telah direkam selama proses produksi berdasarkan dengan skenario.

  • Distribusi

Akan di sebar kemana film tersebut? Biasanya hal yang menjadi masalah ialah setelah film ini telah jadi.namun ada beberapa solusi untuk permasalahan tersebut seperti mengikuti lomba festival pemutaran film, media pembelajaran, iklan masyarakat, dls.

3

 

  1. 3.        Penerapannya sebagai media pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik serta sumber ajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, dengan kata lain pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Kegiatan pembelajaran melibatkan beberapa komponen antara lain: siswa, guru, tujuan, isi pelajaran, metode, media dan evaluasi. Berkaitan dengan media pembelajaran yang telah menjadi salah satu komponen penting pada sebuah pembelajaran, maka dari itu dengan media pembelajaran melalui “Film Pendek” diharapkan seorang guru mampu mengembangkan model pembelajaran yang tidak monoton dan inovatif pada siswa. Disisi lain siswa akan lebih tertarik dengan model pembelajaran yang tidak terpaku pada teori saja, melainkan praktek. Dengan begitu sisi afektif siswa akan lebih berkembang karena siswa akan berperan aktif pada pembelajaran tersebut. Misalnya ada siswa yang menjadi sutradara, pemain, cameramen, tim produksi dan lain sebagainya sehingga siswa tersebut akan memiliki ilmu lebih serta wawasan yang lebih pula di bidang perfilman.

4
BAB III

PENUTUP

 

  1. 1.        Kesimpulan

Film pendek ialah film fiksi termasuk sebuah karya animasi yang memiliki durasi tayang tidak lebih dari 60 menit. Ada pula film dokumenter pendek adalah film non fiksi dengan muatan utama dokumentasi, informasi dan pengetahuan yang memiliki durasi tayang tidak lebih dari 60 menit. Tahap pembuatan secara garis besar dibagi 3 yaitu: Tahap pra produksi, Tahap Produksi, Tahap Pasca Prouksi.

Kegiatan pembelajaran melibatkan beberapa komponen antara lain: siswa, guru, tujuan, isi pelajaran, metode, media dan evaluasi. Berkaitan dengan media pembelajaran yang telah menjadi salah satu komponen penting pada sebuah pembelajaran, maka dari itu dengan media pembelajaran melalui “Film Pendek” diharapkan seorang guru mampu mengembangkan model pembelajaran yang tidak monoton dan inovatif pada siswa. Disisi lain siswa akan lebih tertarik dengan model pembelajaran yang tidak terpaku pada teori saja, melainkan praktek. Dengan begitu sisi afektif siswa akan lebih berkembang karena siswa akan berperan aktif pada pembelajaran tersebut. Misalnya ada siswa yang menjadi sutradara, pemain, cameramen, tim produksi dan lain sebagainya sehingga siswa tersebut akan memiliki ilmu lebih serta wawasan yang lebih pula di bidang perfilman.

 

  1. 2.        Saran

Seperti pepatah mengatakan bahwa “Tak ada gading yang tak retak”, itulah gambaran makalah yang saya susun ini yang jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan. Untuk itu saya sebagai penulis sekaligus penyusun mengharapkan agar para pembaca memberikan kritik serta saran yang bersifat membangun. Dan mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua,amien.

 

 

 

 

 

5

DAFTAR PUSTAKA

 

http: //indonesiafilmmaker.blogdetik.com

http: //id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080522102834AAhxtOt.

http: //suandana.wordpress.com/2007/07/06/14-langkah-membuat-film-sendiri/

http: //krisna1.blog.uns.ac.id/2009/10/19/pengertian-dan-ciri-ciripembelajaran/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s